Cerita Panas Warisan – Part 7

Cerita Panas Warisan – Part 7by on.Cerita Panas Warisan – Part 7  Warisan – Part 7 Aku sekarang sudah tidak diganggu makhluk halus lagi. Hati ku jadi lebih tenang sekarang. Hanya saja aku harus melayani dua orang lelaki yang aku sayangi yaitu suami ku dan juga anak ku. Ilmu warisan dari kakeknya sudah diwarisi di usia mudanya. Belum lagi mustika yang dari Pak Warsidi juga sudah […]

 

Warisan – Part tumblr_nu7b5lZRG61u090i0o3_1280tumblr_o0e85cviR11uulx4so4_400 tumblr_nu7b5lZRG61u090i0o2_12807

Aku sekarang sudah tidak diganggu makhluk halus lagi. Hati ku jadi lebih tenang sekarang. Hanya saja aku harus melayani dua orang lelaki yang aku sayangi yaitu suami ku dan juga anak ku. Ilmu warisan dari kakeknya sudah diwarisi di usia mudanya. Belum lagi mustika yang dari Pak Warsidi juga sudah dia ambil.

Setiap malam setelah melakukan hububgan dengan suami ku, aku langsung menuju kamar anak ku untuk main dengan nya. Kadang aku sering dibuatnya kecapaian tidak karuan.

“Mah, papah pernah minum susu mamah?”, tanya anak ku sambil menyusu.
“Enggak sayang, yang bisa keluarin susu mamah kan cuma kamu”,
“Apa tak buat keluar terus aja?”,
“Jangan ah”, kata ku sambil memeluk anak ku yang mulai beranjak dewasa.
“Mah besok ada arisan disini ya?”,
“Iya sayang, kenapa?”,
“Gak kok mah, masukin yuk”,
“Sini sayang”, aku bimbing penis anak ku masuk ke lobang ku.

Semakin hari semakin pintar saja dia memanjakan ku. Aku sering dibuatnya kewalahan. Tiga jam lebih disodoknya sampai aku lemas tak berdaya.
***

Bulan ini aku dapat giliran arisan. Tidak banyak anggotanya mungkin sekitar 30an orang. Sebenarnya ini hanya sarana untuk ngumpul dan sharing sesama wanita. Semuanya sudah menikah karena mereka seumuran dengan ku.

Saat sedang ramai-ramainya acara, aku kebelakang untuk mengambil minum. Terdengar suara berbisik dari kamar Tony anak ku.
“Wah besar ya ton”, suara seorang wanita sedang posisi jongkok didepan anak ku.
“Ya segitu tante, coba dipegang”,
“Iihhh anget kedut-kedut”, kata wanita itu.
“Hisap tante”,
“Iya ton hmmmmmnffff”.
Wanita itu ternyata Sasa, teman ku. Dia sedang mengoral penis anak ku. Aku bukannya marah namun malah makin terangsang melihatnya.

“Tony mau susu tante”,
“Ini Ton”, Sasa membuka bajunya dan mengeluarkan bukit indah nya.
“Wah montok tante, pentilnya hitam”,
“Cepat sini diminum, aaahhhhhh pelaaannnn Tonnn”.
Payudara Sasa memang besar dan indah terawat. Walaupun sudah beranak dua tubuhnya masih langsing. Wajahnya yang manis membuatnya makin menggoda. Tony makin ganas mengenyoti buah dada Sasa.
“Jepit disini tante”, Tony mengarahkan penisnya ke belahan dada Sasa.
“Iyaaahhhh enaaakkk”, Sasa menjepit penis Tony, sedangkan Tony memainkan puting Sasa.

“Aaauuhhhh, terus Tony tante suka”, desah Sasa.

Aku buru-buru membawa minum keluar, takut yang lain menunggu. Semua sibuk ngobrol sehingga tidak ada yang menyadari Sasa pergi. Setelah beberapa saat aku ingin masuk untuk mengamati Sasa dan Tony.

Ketika aku kembali masuk, kulihat Sasa sudah naik diatas Tony.
“Aahhhh aahhhh aaaaaahhhh sodok yaaangggg dalaammmmm”, dasah Sasa.
“Enak tantee meki nyaa”,
“Tante mau keluuaaaarrrr aaahhhh aaaaaahhhh”, Sasa orgasme.
“Tony mau keluarr tante”, kata Tony.
“Sini Tonn”, Sasa langsung mengoral penis Tony.
“Crooooot crrooooott ccroootttt”, pejuh Tony nyemprot di mulut Sasa dan kemudian dia telan.
“Enak tante?”,
“Enak banget Ton, makasih ya?”.

Sasa beranjak meninggalkan kamar Tony, aku langsung keluar. Takut ketahuan kalau sedang mengintip dia dan Tony. Setelah arisan aku coba tanya pada Tony apa yang Sasa lakukan dengannya.
“Tante Sasa ngapain di kamarmu?”,
“Nyoba ilmu mah”, jawab anak ku.
“Kok gitu?”,
“Dia bawa pegangan, katanya buat pemikat lawan jenis, eh malah dia yang kepincut sama Tony”,
“Terus kenapa malah main gitu?”,
“Itu yang main bukan tante Sasa tapi pegangannya”,
“Iya uda, jangan diulangi lagi mamah gak suka”,
“Iya mah, Tony janji nggak nakal lagi”, akhirnya anak ku minta maaf dan menyesalinya.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.