Cerita Panas Petualangan Tukang Kredit Mesum

Cerita Panas Petualangan Tukang Kredit Mesumby on.Cerita Panas Petualangan Tukang Kredit Mesum”Aaaa, nah Aa’ harus banyak makan biar cepat sembuh yah! Sok atuh buka lagi mulutnya!” kata cewek cantik yang tengah menyuapiku di ranjang kamarku , dia adalah Titin anak tunggal mang Kosim. ”Aduh Tin kan udah berkali-kali biar mas Jack aku aja yang urus, kamu kerjain yang lain aja.” ujar cewek cantik yang satunya lagi […]

tumblr_o0stzm0eHh1sij9l3o2_1280 (1)tumblr_nqyifr0vjq1u5rz5co1_500

”Aaaa, nah Aa’ harus banyak makan biar cepat sembuh yah! Sok atuh buka lagi mulutnya!” kata cewek cantik yang tengah menyuapiku di ranjang kamarku , dia adalah Titin anak tunggal mang Kosim.

”Aduh Tin kan udah berkali-kali biar mas Jack aku aja yang urus, kamu kerjain yang lain aja.” ujar cewek cantik yang satunya lagi sambil merebut piring dari Titin.

”Udah Titin saja kan udah kewajiban Titin ngrawat calon suami Titin.” jawab Titin sambil mempertahankan piring yang ada di genggamannya.

”Enak aja, mas Jack itu PACARKU jadi jangan macam-macam kamu sama dia.” teriak Nadya. Ya beginilah keseharianku dijadikan rebutan 2 cewek cantik, sudah 1 bulan sejak kematian mang Kosim dan sekarang aku disibukan dengan 2 cewek ini.

”Ah mang Kosim gimana sih masa jodohin aku sama si Titin, emang sih anaknya cantik tapi kan gwe lum kenal bener lagian dia kan tahu kelakuan gwe kalo deket cewek cakep.” batinku, yah memang betul si Titin sama mang Kosim dijodohin sama aku hal ini terkuak 2 minggu yang lalu.

##################################
Kejadian 2 minggu yang lalu.

Saat penghuni kost yang lain tengah sibuk dengan acara tahlilan mang Kosim mau tak mau aku mengurusi diriku sendiri biasanya ada Nadya yang mengurusiku tapi hari itu dia sedang sibuk karena ada kegiatan di sekolahnya, saat aku ingin mandi tapi kesulitan melangkah gara-gara kakiku yang masih di-gips sedang tertatih-tatih menuju kamar mandi aku tiba-tiba terpeleset dalam hatiku berkata.

”Waduh belum sembuh nambah lagi deh penderitaan gwe.” saat sedang enak-enaknya menunggu sensasi jatuh tiba-tiba ”BRRUUK”.

”Lho kok dak sakit? Wah ada yang empuk-empuk di punggung gwe, apa gwe udah langsung koit yah kok kayaknya gwe tahu nih barang.” belum terjawab semua pertanyaan yang ada di hatiku aku dikejutkan dengan suara merdu yang hinggap di kupingku.

”Aa’ Turun atuh kan badan aa’ besar Titin gak kuat nahan badan aa’ terus.” ujar suara merdu tersebut yang tak lain adalah Titin, ternyata sedang kutindih dengan punggungku.

”Wah maaf Tin gwe gak tahu kalo lo yang nahan jatuh gwe.” sambil bangun tapi mungkin sedang sial atau malah lagi mujur aku kepeleset lagi dan jatuh tepat diatas Titin lagi tapi dalam posisi berhadapan dan tanganku pas banget mendarat di susunya.

”Akkhh…Aa’ genit ah jangan disini donk a’ Titin malu.” katanya sambil tersipu-sipu, melihat hal itu aku jadi penasaran masa gadis lugu macam Titin bisa dipake.

”Tin emang gwe boleh giniin lo?” sambil tanganku meremas-remas susu mungilnya.

”Kalo buat calon suami mah apa aja Titin kasih.” jawabnya sambil memelukku. ”What the hell calon suami, kapan juga gwe setuju jadi suaminya kan gwe janjinya cuma ngejagain Titin doank.” pikirku.

”Mang kata siapa gwe calon suami lo Tin?” tanyaku

”Kata abah a’ sebelum abah meninggal abah berpesan pada Titin agar Aa’ Jaka jadi suami Titin kata abah juga aa’ udah setuju.” katanya sambil menatapku dengan penuh tanda tanya.

”Mang lo dak apa-apa punya suami gwe? Gwe ini tukang maenin cewek lho, punya simpenan banyak, tukang ngentot dan…… Emmphh.” belum sempat aku berbicara lagi mulutku sudah ditahan dengan tangan lembutnya.

”Abah juga udah cerita semua tentang aa’ jadi Titin tetep nerima aa’ apa adanya.” katanya sambil menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.

Saat sedang kebingungan dari arah pintu aku melihat Nadya baru pulang dari sekolah tiba-tiba terpintas ide bagus. ”Nad kesini donk bantuin aku.” ujarku sambil mengeluarkan kepalaku dari pintu.

”Ntar ja ya mas aku ca….” belum sempat Nadya melanjutkan perkataannya aku sudah menariknya ke dalam kamar, melihat Titin Nadya sempat terkejut tanpa memberi kesempatan dia berbicara segera kucium dia dengan ganas.

”eehhhmmmm…uuhhmmmm.” teriak Nadya tidak jelas karena tertahan ciumanku, lama-lama Nadya tampaknya menikmati ciumanku.

”Ehhmmn..ahhh gimana Tin gwe cowok brengsek kan kamu dak bakal mau deh jadiin gwe suami lo.”kataku setelah melepaskan ciumanku pada Nadya.

”Apa suami ? Mas apaan sih ini? Tin coba lo jelasin ada apa nih sebenarnya ?” Cerocos Nadya yang kaget saat aku membahas masalah suami.

”Gini mbak Nadya abah sebelum meninggal berpesan pada Titin supaya Aa’ Jaka jadi suami Titin.” terang Titin sambil bergelayut mesra di lengan kananku.

”Enak aja msa Jack itu pacarku.” balas Nadya tak mau kalah sambil bergelayut mesra di lengan kiriku. Kurasakan susu kedua cewek itu terasa empuk dan hangat, kedua cewek itu terus saja menarikku kearah masing-masing tanpa sengaja kaki Titin menyenggol kakiku yang patah sehingga aku mengaduh. Melihat aku yang kesakitan mereka berdua langsung melepaskan pegangannya sehingga aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh ”BRUUUUKK.”.

Aku langsung pingsan saat aku mulai sadar kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir di kedua tanganku kulihat Nadya dan Tutun tertidur memeluk tanganku di kedua sisi. Ternyata mereka berdua menangis sambil memeluk tanganku.

”Nad, Tin gwe dah gak apa-apa kok kalian tidur aja di kamar kalian masing-masing.” kataku sambil membangunkan mereka berdua.

”Maafin Tin yah A’ Titin gak sengaja tadi cuma Aa’ yang Titin punya di dunia ini sekarang jadi jangan tinggalin Titin yah a’.” kata Titin sambil menangis.

”Udah jangan nangis kan gwe bilang gwe dak apa-apa.” kataku sambil mengusap air mata dari pipinya, aku merasa kasihan sama Titin karena sudah ditinggal kedua orang tuanya sama sepertiku.

”Udah donk, kok malah sayang-sayangan aku kan juga mau.” kata Nadya sambil menarik mukaku dan menciumku dengan mesra.

”Eh Titin kan tadi dak gitu, Titin juga mau donk a’ .” kata Titin dan mulai menciumku dengan mesra juga.

Tak mau kalah dengan Titin, Nadya pun mulai membuka semua pakaiannya.
”Nad lo mau ngapain ? Kok baju lo, lo buka semua?” tanyaku tapi Nadya hanya diam saja sambil tersenyum dan mulai membuka pakaianku secara hati-hati.

”Mas aku mau tunjukin sama Titin kalau kita memang sudah pacaran dengan serius.” katanya sambil mulai mengurut kontolku dan setelah kontolku berdiri dengan tegak maka dengan sigap dia mengulumnya dengan penuh nafsu.

”uuhhhmmm….eehhhmmmm…ooohhmmm.” tak jelas apa yang dikatakannya aku hanya bisa merem melek merasakan rasa nikmat yang mulai menjalar di kontolku, kulihat si Titin melihatku dengan Mata yang sayu dan nafas yang memburu tanpa dikomando dia pun melepas bajunya sampai bugil dan terlihatlah susunya yang imut tapi sangat pas dengan tubuhnya yang langsing.

”Titin juga bisa melayani aa’. Katanya sambil merebut kontolku dari genggaman Nadya dan langsung mengulumnya dengan nafsu tapi kok mahir banget si Titin ngulumnya.

”Tin….kok….ee…eennaaak…bangettts…isssaa apaan…looo.” kataku terbata-bata karena keenakan. Nadya yang melihat reaksiku sepertinya cemburu dan langsung menghalangi pandanganku dengan menyodorkan memeknya ke mukaku.

”Mas jilatin punyaku donk.” katanya sambil menggoyangkan pinggulnya sedikit. Tanpa disuruh 2x aku langsung menjilatinya dengan nafsu.

”Akkkkhhh…terus….masss…ssshhh.” ujar Nadya sambil menggoyang pantatnya dan menjambak rambutku. Saat sedang enak-enaknya menservis memek Nadya aku merasakan kontolku memasuki lubang yang sangat sempit, ternyata Titin sedang berusaha memasukan kontolku ke dalam memeknya.

”Tin mang kamu yakin mau nyerahin perawan lo ma gwe?” tanyaku

”Titin rela kok kan aa’ udah jadi calon suami Titin, ssshhhhh…..AAAKKKHHHH.” ujar Titin sambil menancapkan kontolku ke dalam memeknya dia diam saja sambil menahan rasa sakit yang menyerangnya.

”Aakkhhh..oohhhk…ssshhhh..” desah Titin sambil mulai menggoyang pinggulnya semakin cepat. Sedangkan Nadya menyodorkan susunya yang putih untuk kuhisap dan kujilati puting pinknya, saat sedang disibukan dengan 2 cewek ini dari arah pintu muncul 3 orang perempuan mereka adalah mbak Dewi. Mbak Sari dan bu Selvi sehingga aku, Nadya dan Titin menghentikan kegiatan kami.

”Wah si Jack gwe mau pamitan eh malah asyik main ama daun muda, ikutan ah itung-itung kenangan terakhir.” ujar mbak Dewi sambil mulai melepas bajunya.

”Iya nih kan mbak Dewi mau pindah ikut suaminya ke Aceh Jack jadi sekalian mau pamit, eh Jack minum nih dulu gih biar tambah kuat.” Kata mbak Sari sambil memberiku pil warna biru yang diambilnya dari saku celananya.

”Sekalian ibu mau ngomong sama kamu dan Titin, ibu mau pergi ke amerika buat nerusin kuliah disana jadi kamu ma Titin ibu serahin tanggung jawab buat ngurusin nih kost-kostan ok?” kata bu Selvi yang hanya mengenakan bra dan celana dalamnya saja. Aku hanya mengangguk pelan sambil memandangi tubuh sexynya yang akan sangat kurindukan, Titin yang sudah tak sabar lagi langsung menghujamkan kontolku kedalam memeknya sampai mentok.

”Akkhh…a’…Titin…sayang…aa’…ssshhha.” teriaknya saat perawannya jebol.

”Tin lo masih perawan? Gila si Jack dapat perawan lagi mbak.” kata Mbak Sari sambil mulai menciumi leher bu Selvi.

”Mang yang pertama sapa Sar?” tanya mbak Dewi yang mulai memainkan payudara Nadya.

”Tuh yang lagi lo remes susunya.” kata mbak Sari, tak sampai 10 menit Titin sudah keluar.

”Aakkhh….AA’.” Titin pun melemas dan langsung digantikan mbak dewi. ”Ssshhhh…Jack….makin….besar….aja…punya. …lo…ssshhh.” mbak Dewi langsung menggoyangkan pinggulnya kurasakan memek mbak Dewi semakin sempit dari yang pernah kurasakan.

”Mbak…kok…rasanya…beda?” tanyaku.

”akkh…punya…suami…gwe…kecil…jadi…dak. .brasa..ssshh.” ujar mbak Dewi sambil mempercepat goyangannya. Tak sampai 15 menit dia sudah keluar. Dan begitulah seterusnya malam itu aku digilir oleh 5 orang wanita tanpa henti yang bikin aku bingung kok aku bisa tahan lama banget yah? Ternyata itu khasiat obat dari mbak Sari.

Esoknya Mbak dewi berangkat ke Aceh bersama keluarganya, seminggu kemudian Bu Selvi pun berangkat menuntut ilmu di negeri paman sam. Dan disinilah aku sedang memikirkan 2 cewek cantik yang masih memperebutkanku.

TAMAT.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.