Cerita Panas Aku melihat para juniorku

Cerita Panas Aku melihat para juniorkuby on.Cerita Panas Aku melihat para juniorkuAkhirnya selesai juga first date ku sama Mery. Setelah sampai rumah aku langsung melihat handphone ada pesan dari Mery. Dri, udah sampe rumah? Thanks for today ya. Aku langsung membalas. Ini gw baru aja sampe. Thanks juga udah di traktir. Haha, kapan-kapan gantian traktir ya Yaudah mandi sana lo, terus istirahat. Boleh tapi di kantin […]

tumblr_nwt4dn415Q1tfzauxo7_540 tumblr_nwt4dn415Q1tfzauxo8_1280
Akhirnya selesai juga first date ku sama Mery. Setelah sampai rumah aku langsung melihat handphone ada pesan dari Mery.

Dri, udah sampe rumah?

Thanks for today ya.

Aku langsung membalas.
Ini gw baru aja sampe.
Thanks juga udah di traktir.

Haha, kapan-kapan gantian traktir ya

Yaudah mandi sana lo, terus istirahat.

Boleh tapi di kantin aja ya.

Gw mandi dulu ya, Mer.

Oke Dri.

Akupun mandi dan setelah selesai aku melihat handphone ada missed call dari Sarah. Aku balas chat dari Mery terlebih dahulu.

Gw udah selesai mandi nih Mer.

Lama amat lo mandi, sambil main burung ya? Haha.

Ya kali main burung, biasanya ada yang mainin kalo burung gw, gak main sendiri.

Hah? Maksudnya apa?

Ya gitu, masa gak ngerti.

Gak ngerti sumpah deh.

Haha, banyak-banyak tanya sama mbah mesin pencari aja.

Sarah kembali menelponku.

Halo.

Susah amat lo sekarang ya di kontak.

Sorry, tadi gw abis mandi.

Ooh, btw lo ikutan rave party itu gak Dri?

Yah gw gak ikut, gw manggung di wedding party anak temen bokap nih.

Ah tumben lo, gw gak ada temen cowok, cewe semua yang ke sana.

Yaudah lo cari cowo aja pas disana, gampang kan.

Ah tau ah susah ngomong sama lo.

Sarah mematikan telponnya sepertinya dia ngambek.

Aku pun memutuskan untuk tidur. Hari berganti demi hari, aku tetap rajin berkomunikasi dengan 2 wanita itu, ketika di kampus aku dan Mery menjaga jarak, sehingga seperti seorang teman biasa. Tidak menunjukkan ada kedekatan apapun. Hingga akhirnya aku di kabari oleh seorang juniorku untuk ikut nge-Jam di musik kantin yang diselenggarakan oleh komunitas musik fakultas. Aku mengiyakan saja untuk bisa join di acara itu. Aku emang di kampus cukup di kenal sebagai anak band, aku juga punya band yang mengisi acara-acara wedding.

Hari Kamis pagi aku bersiap-siap, aku membawa gitar akustik kesayanganku, kali ini aku membawa mobil kebetulan memang sore ini aku juga ada janji latihan dengan anak-anak bandku untuk persiapan wedding anaknya teman ayah.

Hampir siang aku sudah sampai di kampus, aku langsung menuju kantin. Aku melihat para juniorku sedang mempersiapkan untuk acara musik kantin ini. Aku melihat ada beberapa senior kampusku yang sudah lulus tahun kemarin, aku menyapa mereka. Dan aku mengobrol-ngobrol dengan mereka.
Sudah mulai makan siang, konsep musik akustik ini aku cukup suka, seenggaknya bisa tebar pesona juga dengan para gadis-gadis di kampus. Acara sudah dimulai band pembukanya adalah band dari mahasiswa baru. Mereka membawakan 3 lagu yang sedang hits kali ini. Akhirnya kesempatan ku main dengan teman-teman seangkatan dan sejurusanku. Kami sering ngband bareng untuk acara-acara kampus biasanya dan baru kali ini muncul di acara yang diselenggarakan juniorku ini. Aku bisa bermain gitar dan drum, tapi untuk di band Manja ini alias band Manajemen Jaya. Aku menjadi gitaris dan kadang harus menjadi vokalis kedua.

Kami memulai memainkan lagu pertama sekaligus check sound, berhubung vokalis utama adalah wanita akhirnya memutuskan untuk memainkan lagu Raisa terlebih dahulu yang dan dilanjutkan ada beberapa lagu barat. Aku melihat ada Mery datang juga ke kantin bersama teman-temannya. Aku memutuskan untuk menambah satu lagu ekstra untuk di selipkan ke playlist, lagu ini cukup pamungkas untuk menembak wanita pujaan hati.

Mungkin hanya lewat lagu ini
Akanku nyatakan rasa,
Cintaku padamu,
Rinduku padamu tak bertepi,
Mungkin hanya sebuah lagu ini
Yang selalu akan kunyanyikan
Sebagai tanda,
Betapa aku inginkan kamu.

Akhirnya, tiba lagu terakhir dan selesai sudah jam session hari ini. Aku merapikan gitarku, menghampiri senior-seniorku tadi, mereka menyalamiku. Setelah itu aku menuju tempat teman-temanku berkumpul. Aku menaruh gitarku.

Ah gila makin keren permainan gitar lo, bray.

Iya nih bro, banyak-banyak fingering aja kalo nganggur.

Tiba-tiba Mery memanggilku, akupun menghampiri ke mejanya.

Apa Mer?

Gpp, sini aja dulu.

Dri laguku buat siapa tuh? celetuk Via dan Ides.

Ya buat siapa lagi lah, jawab Ren.

Btw lo ikut rave party gak? tanya Rendy.

Kagak bray, mahal lagi bokek makanya gw gak beli.

Tuh tiketnya Mery nganggur.

Lah ada 2?

Mery gak ikut, mau liburan dia sekeluarga.

Hah? Lo gak bilang-bilang Mer

Ya di keep aja deh tiketnya gw gak janji gw bakalan ikut

Btw gw duluan ya, mau ke RS mau kontrol lagi, pamit Mery.

Hati-hati Mer, jawab mereka kompak.

Gw juga deh, mau naroh gitar dulu ke mobil.

Mer, bareng ya.

Akupun mengambil gitarku di meja sebelumnya dan berjalan ke arah mobil bersama Mery.

Keren tadi lo mainnya.

Ah thanks Mer, udah biasa gw di puji, haha. Btw lo mau kemana Mer?

Haha gila lo. Deket sih cuma ke Bandung, mau refreshing aja, biar gw bisa hirup udara segar.

Oh, berangkat besok?

Iya Dri dari besok pagi.

Oh yaudah, hati-hati ya Mer, take care di sana.

Iya Dri, gw duluan ya, lo parkir dimana?

Tuh disana, jawabku sambil menunjuk mobilku.

Mery pun masuk ke mobilnya dan aku menuju mobilku setelah itu aku kembali ke kantin lagi. Rendy mengajakku mengobrol 6 mata bersama Mamed juga.

Dri, lo ikut aja ke rave party pake tiketnya Mery.

Ah gak enak gw. Emang siapa aja yang ke Party.

Noh temen-temennya Mery, kecuali Desti sama Mery aja.

Ipeh gak ikut Med?

Mana mau dia kayak beginian.

Udah lo ikut aja, gw udah mesen hotel yg suite 3 kamar, bisa party lanjutan kita.

Sex party bro, jawab Rendy dengan semangat.

Wah gila lo.

Gw udah atur semuanya, lo kalo mau ya tinggal join aja.

Yaudah liat ntar aja dah gw bisa apa gak.

Gw balik ye mau ke studio nih, mau latihan.

Sepanjang perjalanan aku memikirkan rencana Rendi ini, sepertinya seru juga, bisa gangbang atau threesome. Tapi itu semua sama teman-teman Mery, kalo Mery tau, nasib gw gimana tapi?

Ah tapi orang mabok abis party bisa aja gak sadar.

Tapi Sarah juga minta di temenin.

Akhirnya setelah menempuh kemacetan aku tiba juga di studio. Band ini sebenernya gabungan dari keluargaku dan beberapa teman dari sodara-sodaraku. Mereka sudah beberapa
tiba di lokasi dan ketika mengobrol-ngobrol, ternyata sodaraku punya free pass untuk ke rave party tersebut. Akupun mengiyakan saja ketika ditawari. Akhirnya akupun berlatih band
bersama mereka kurang lebih 4 jam, lalu aku kembali ke rumah untuk beristirahat.

Cant wait for the Rave Party.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.