Cerita Sex Divine Intervention – Part 7

Cerita Sex Divine Intervention – Part 7by on.Cerita Sex Divine Intervention – Part 7Divine Intervention – Part 7 Evan tadinya mau membiarkan Sherry di kamar, tetapi karena ia ingin memberikan privasi bagi Arif yang sekarang sedang mengomeli pacarnya, akhirnya Evan memutuskan untuk membawa Sherry keluar. Kak Evan? panggil Sherry tepat setelah Evan menutup pintu kamar tamu Ya? Gendong pinta Sherry dengan manja Evan tersenyum lalu membungkus tubuh Sherry […]

multixnxx-Black hair, Asian, Interracial, Oiled, Bik-5 multixnxx-Black hair, Asian, Interracial, Oiled, Bik-6 (1) multixnxx-Black hair, Asian, Interracial, Oiled, Bik-6Divine Intervention – Part 7

Evan tadinya mau membiarkan Sherry di kamar, tetapi karena ia ingin memberikan privasi bagi Arif yang sekarang sedang mengomeli pacarnya, akhirnya Evan memutuskan untuk membawa Sherry keluar.

Kak Evan? panggil Sherry tepat setelah Evan menutup pintu kamar tamu

Ya?

Gendong pinta Sherry dengan manja

Evan tersenyum lalu membungkus tubuh Sherry dengan selimut dan menggendongnya keluar sementara Ira masih diomeli oleh Arif.
Cowok itu membawa Sherry ke ruang makan. Di meja makan terdapat sup ayam hangat yang masih mengepul diwadahi mangkuk plastik.

“Sher…Sherry…bangun, makan dulu…” ucap Evan lembut sambil menggoyang pelan tubuh Sherry di pelukannya

Bukannya bangun, Sherry malah mengerang pelan dan merapatkan kepalanya ke dada sang cowok.

“Hey kebo! Bangun! Makan dulu gih” ia membelai lembut pipi Sherry

Belaian Evan menggelitik pipi Sherry membuat cewek itu mau tidak mau membuka matanya. Ia menatap wajah Evan lalu menjulurkan leher dan menatap sekelilingnya.

“Kak, kok Sherry ditelanjangin sih? Nakal…” ucapnya lirih lalu kembali merapatkan wajahnya ke dada Evan, menikmati suara detak jantung Evan

“Kamu tuh yang nakal! Ditinggal sebentar udah main samber cewek orang!” jawab Evan sambil mencubit hidung Sherry

Evan mendudukkan Sherry di salah satu kursi kayu sementara ia sendiri duduk tepat di samping cewek itu.

“Udah, makan dulu sana, habis itu tidur. Udah malem” Evan mengecup kening Sherry

Sherry diam saja, tidak menanggapi kata-kata Evan. “Kakak…nggak marah?? Setelah…emm…apa yang Sherry lakuin sama kak Ira?” tanya cewek itu pelan

Evan tampak berpikir sebentar, ia melirik Sherry tepat pada matanya membuat cewek itu mengalihkan pandangan. “Marah sih nggak Sher, cuma jangan diulangi lagi ya? Ntar lama-lama kamu jadi lesbi…” wajah Evan menunjukkan ekspresi lucu

“Ya nggak lah kak…” Sherry tersenyum

“Hehe…ya udah…makan dulu? Tuh udah aku beliin sup ayam kesukaan Non Sherry” ucap Evan sambil menarik mangkuk sup ayam mendekat kearahnya

“Kakaaaak~” suara Sherry mengalun manja

Evan mengerti arti nada bicara Sherry, ia menghembuskan nafas panjang lalu tersenyum dan mengambil sendok dari tempat sendok di meja makan. Ia melirik rice-cooker lalu menatap Sherry yang menjawab dengan gelengan pelan. Evan kembali tersenyum menghadapi tingkah cewek itu. Ia menyendok sup hangat itu dan menyuapkannya kepada Sherry. Namun Sherry malah mengatupkan mulutnya rapat-rapat dan tersenyum mengajak bercanda. Cowok itu berdecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Nah, makan yang banyak…biar cepet gede…” goda Evan saat suapan pertama sudah ditelan oleh Sherry

“Gede? Gede apanya kak?” tanya Sherry sambil melirik Evan

Evan menjitak pelan kepala Sherry. Ini anak, masih SMP kok udah mesum sih?

Kan kakak yang ngajarin cewek itu tertawa lepas

Ngawur! sergah Evan cepat-cepat

Sherry terkekeh mendengar jawaban dari orang yang dipanggilnya kakak itu. Mereka saling pandang dan saling tersenyum satu sama lain. Pelan-pelan Sherry menarik keluar tangannya dari balik selimut yang membungkus tubuhnya.
Ia menyibakkan rambut panjangnya yang jatuh menutupi leher dan dadanya lalu menempelkan ujung jari telunjuk di lehernya dan tersenyum.

Sherry meminta Evan untuk mencumbui dirinya.

Nggak ahmakan dulu Sheraku nggak mau

Tapi aku pengen kak

Nggaaaaak

Satu kali ajaya? Sherry masih membujuk

Nggak mau kepala Evan menggeleng

Sherry menatap Evan dengan pandangan memohon. Plis?

Akhirnya Evan mengalah. Cowok itu mengangguk, kemudian melirik mangkuk sup di meja, menyuruh Sherry untuk menghabiskan makanannya dulu.
Mengetahui Evan akan memenuhi permintaannya, Sherry langsung makan dengan semangat. Sup itu habis dalam waktu beberapa menit.
Evan tidak terburu-buru, berlawanan dengan Sherry yang tampaknya sudah kembali horny dan siap tempur. Cowok itu dengan santai meletakkan mangkuk tadi di tempat cucian, mengambilkan segelas air untuk Sherry dan memperhatikan saat cewek itu langsung menenggaknya habis.

Udah. Ayo! seru Sherry bersemangat setelah menyingkirkan gelas yang digenggamnya

Iya iya dengus Evan

Cowok itu mengangkat Sherry dan membaringkannya di meja makan, naik keatas tubuh Sherry lalu membuka selimut yang membungkus tubuh belia cewek itu. Tangan Evan bergerak menyibak rambut panjang Sherry dan dengan segera mencium lehernya.

Aahkakak desah Sherry terbuai nikmat

Ciuman Evan naik ke belakang telinga Sherry membuat cewek itu merinding dan rintihan dari bibirnya yang tipis membuat nafsu Evan yang sempat hilang mulai bangkit kembali.

Kakaku suka banget kalo kakakaaahcium leherkummmhhkayak giniaaahhh Sherry merintih dengan seksi menerima cumbuan Evan pada lehernya.

Dengan penuh perasaan Evan menyapukan lidahnya pada leher Sherry sementara Sherry menikmati dengan mata setengah terpejam. Memang dia sudah melakukan hal ini berulang kali, tetapi tetap saja rasanya sangat nikmat dan menyenangkan ketika tubuhnya di jamah dan di pegang-pegang oleh Evan.

Aaaahkakakremesin punyaakuuhhaaahaaaahh ucap Sherry tersengal-sengal

Tanpa diminta untuk yang kedua kalinya, Evan membuka selimut yang membungkus tubuh Sherry dan langsung meremas-remas kedua buah dadanya. Desahan gadis itu semakin menjadi-jadi, kakinya bergerak lemah. Tangan Evan perlahan merayap menyusuri tubuh seksi gadis itu seperti seekor ular. Tangan dan kaki Sherry seolah mati rasa ketika jemari Evan menggosok klitorisnya pelan-pelan. Kini giliran buah dada Sherry yang menjadi objek rangsangan. Cewek itu meremas sofa ketika Evan menjilati putingnya yang berwarna pink sambil sesekali meremas gundukan kenyal itu dengan gemas.

“Aaah…enak kak…teruss…aaaahhh….” rintih Sherry sambil menggigit bibirnya

***

Sherry menatap ke bawah, ke selangkangannya, tempat Evan memainkan lidahnya dengan ganas. Dengan bantuan jari, cowok itu merentangkan bibir vagina Sherry, menampilkan lubang basah yang semakin membuatnya bernafsu. Evan berhenti dan mengamati santapannya sejenak.

“Kok berhenti?” bisik Sherry karena merasa kenikmatan berangsur meninggalkan tubuhnya

Pelan tetapi pasti lidah hangat Evan kembali menyapu daging basah milik Sherry. Ia merintih dan mengerang sejadi-jadinya. Tubuhnya menggeliat karena rasa nikmat dan geli yang bersumber dari selangkangannya. Karena bibir vaginanya direntangkan Evan, lidah cowok itu bisa lebih menghunjam ke dalam vaginanya, menciptakan rasa nikmat yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Permainan itu berlangsung cukup lama dan seperti biasa, diakhiri oleh orgasme Sherry. Cewek itu selalu takluk pada lidah Evan yang dengan lihai membelai vagina mungilnya.

Aku capek lagi kaak desah Sherry setelah tubuhnya agak tenang

Tapi suka kan? Heehe jawab si cowok dengan wajah innocent

Ahyang suka jilat-jilat kan kakak

Bukannya kamu yang suka dijilatin?

Lalu mereka berdua tertawa bersama. Setelah itu Evan berjalan ke kamar, mengambilkan pakaian untuk Sherry yaitu sepotong kaos yang cukup longgar dan celana pendek selutut serta celana dalam beserta bra. Ia memberikan pakaian itu pada Sherry, yang menerimanya dengan senyum.

Udah, kamu tidur sana. Kamu harus siap tenaga buat besok ucap Evan pelan

Suasana mendadak berubah hening. Tidak ada lagi tawa, tidak ada lagi canda. Evan dan Sherry saling menatap mata satu sama lain, berbicara tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka.

Besok yah… desah Sherry pelan

Evan menunduk, menatap lantai. Iya…

Sherry tersenyum sedih. Ummh…aku…tidur dulu ya. Good night kak…

Tanpa menunggu jawaban Evan, Sherry langsung berjalan cepat masuk ke kamar, dan menghilang dari pandangan Evan saat pintu kamarnya ditutup.

Good night… gumam Evan lirih

***

Author: 

Related Posts

Comments are closed.