Cerita Sex Derita Sasa – Part 18

Cerita Sex Derita Sasa – Part 18by on.Cerita Sex Derita Sasa – Part 18 Derita Sasa – Part 18 Day 3 Sasa terbangun dari tidurnya, jam menunjukan pukul 09.00. hari ini sasa sudah melewatkan kuliah paginya. ia terbangun masih dengan baju yg kemarin dia pakai berolahraga, baju itu kini sudah kotor dan sobek di sana sini. ia merasa harus langsung menyegarkan diri. Dibukanya kerudung, lalu baju dan juga legging, […]

multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-12 (2)multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-12 (1)  multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-12Derita Sasa – Part 18

Day 3
Sasa terbangun dari tidurnya, jam menunjukan pukul 09.00. hari ini sasa sudah melewatkan kuliah paginya. ia terbangun masih dengan baju yg kemarin dia pakai berolahraga, baju itu kini sudah kotor dan sobek di sana sini. ia merasa harus langsung menyegarkan diri. Dibukanya kerudung, lalu baju dan juga legging, tak lupa kaos kaki juga ia lepaskan sambil masuk ke dalam bathtub.
Didalam bathtube sasa melai membersihkan tubuhnya, pertama tama wajahnya yang terasa lengket oleh sperma para berandal yang kemarin malam menyetubuhinya dengan kasar. Sasa lalu meraba bagian vaginanya yang teraas lengket setelah seorang dari berandal tersebut memuncratkan spermanya didalam vaginanya. Dia mulai mengorek ngorek dan menggosok vaginanya agar trerasa bersih. alam imajinasi sasa pun mulai bergerak, ketika sasa membersihkan vaginanya, dia mengingat ngingat kejadian kemarin ketika dia diperkosa oleh para berandal itu, perasaan takut yang muncul dan juga sensasi baru pemerkosaan yang dilakukan para berandal.
Makin lama sasa menggosok vaginanya semakin kencang, taklupa dia memasukan jarinya mengorek ngorek dinding vaginanya yang sensitive. Kali ini sasa membayangkan kontol kontol besar para berandal itu mengelilinginya dan siap memperkosanya. Dia menginginkan perkosaan itu kembali terulang, dia merasakan putingnya mulai mengeras. Ia pun mulai meraba raba kedua putingnya hingga dia merasakan orgasmenya. “aaaahahhhhh” sasa menjerit kecil.
Setelah pulih dari orgasmenya sasa menyadari bahwa dia sudahlah berubah dari sasa gadis berjilbab idola kampus, menjadi sasa seorang jilbabers yang haus kontol dan senang disetubuhi dengan cara kasar. “gila, kok gue malah keenakan ya waktu mereka merkosa gue?” sasa bertanya Tanya pada dirinya sendiri. Dalam batinnya berkecambuk nafsu hewani nya yang meminta untuk lebih banyak seks liar melawan akal sehatnya yang memberitahu bahwa dia adalah wanita berjilbab yang anggun dan terhormat. “bodo amat deh yang penting gue tetep selamet dan video gak kesebar”.
Sasa telah selesai mandi, ia pun duduk dikasurnya masih dengan menggunakan handuk, sambil mengeringkan rambut panjangnya menggunakan hair dryer, ia meliat sebuah pesan masuk ke handphone nya. Pak marjo. Sasa segera membuka pesan di handphonenya, “hari ini ketemu gue di kolam renang kampus, bawa perlengkapan renang lo”. Isi pesan pak marjo begitu singkat, tapi membuat sasa bertanya Tanya akan apa yang akan terjadi pada dirinya, apa dia akan dipermalukan pak mar di kolam renang kampusnya atau dia akan disetubuhi pak mar dikolam renang. Fantasi-fantasi sasa buyar dengan segera setelah sasa menyadari bahwa pak mar menginginkannya berada disana pukul 12. ia tidak boleh terlambat.
Sasa menggunakan setelannya yang biasa diapakai sehari hari, lagi pula hari ini pak mar tidak mewajibkannya menggunakan pakaian tertentu. Sasa mengenakan tank top yang ditutupi oleh croptee lalu diapdukan dengan celana jeans high waist yang membuat kaki jenjang dan bokongnya terekspos. Lalu ia menggunakan ciput berwarna putih yang dibalut oleh kerudung berwarna biru muda yang dibuat mengikuti mode masa kini. “anduk udah, alat mandi udah, baju renang udah, kacamata renang juga udah, daleman ganti juga udah. Udah siap nih buat berangkat” sasa memasukan seluruh bawaanya kedalam sebuah tas jinjing olahraga yang biasa dipakainya ke gym. Sasa mengenakan wedgesnya yang tidak terlalu tinggi lalu berangkat menuju kolam renang kampus. Entah mengapa hari ini ia sepertinya bersemangat sekali untuk menemui pak mar.
Sasa tiba di kolam renang tepat waktu, ia menunjukan kartu mahasiswanya kepada seorang penjaga loket lalu langsung masuk ke ruang ganti. Sebagai mahasiswa di kampus itu sasa mendapatkan hak untuk menikmati kolam renang secara gratis. Sasa melihat handphone nya yang menunjukan pukul 11.45, “mungkin pak mar belum datang, mending gue ganti baju renang dulu aja deh”. Sasa masuk ke salah satu bilik ruang ganti, “sepi banget sih ni kolam, gara2 siang bolong kali ya. Ga ada yang mau berenang” ujar sasa sambil membuka tasnya untuk mengambil pakaian renangnya.”aaah” Tiba tiba sasa terkejut ada seseorang yang merangkulnya dari belakang, hampir saja sasa berteriak namun sebuah tangan yang besar dan kasar dengan sigap menutup mulutnya. “mmphhh” sasa mencoba menoleh melihat sosok yang mendekapnya, ternyata itu adalah pak mar. “neng, tadi neng teriak?” seorang penjaga loket masuk ke ruang ganti itu mencari sumber suara. “lu tau kan jawabannya” ancam pak mar sambil melepaskan tangannya dari mulut sasa. “iyaa bu, tadi saya liat cicak, maaf ya bu, saya emang takut cicak” sasa menjawab tanpa keluar dari biliknya. “ohhh gitu ya neng, ah si eneng mah ada ada aja” si penjaga loket pun kembali lagi ke posnya.
“sekarang lo lepas baju lo” perintah pak mar. sasa pun dengan segera membuka seluruh pakaiannya, kali ini dia sudah telanjang dihadapan pak mar, hanya tinggal menggunakan ciput dan kerudung. “lo mau berenang pake kerudung jing?” pak mar menampar sasa. “maaf tuan” sasa terkejut oleh reaksi kasar dari pak mar. sasa pikir dia akan disetubuhi pak mar, karena itu dia tidak melapas kerudungnya karena pak mar suka menyetubuhinya menggunakan kerudung. “skrg lo ganti pake baju renang, gausah pake daleman” gue tunggu diluar. Pak mar keluar dari bilik gati menunggu di ruangan ganti. Sasa yang masih syok dengan perlakuan pak mar dengan segera melepas kerudung nya dan mengenakan baju renang. Baju renang sasa bukanlah baju renang kebanyakan, karena dia adalah seorang hijaber maka dia menggunakan baju renang yang panjang dan menutupi tubuhnya, baju renang itu berwarna hitam dengan motif garis berwarna kuning disampingnya, bentuknya seperti baju selam panjang, namun memiliki rok sepanjang paha yang menutupi bagian selangkangan dan pantat sasa dan juga vest yang menutupi bagian dada agar tidak menonjol. Pada bagian kepalapun tertutup seperti ciput yang menepel ketat dikepala dan leher sasa, yang terlihat hanya wajahnya, tangan dan kaki.
Sasa keluar dari biliknya, lalu pak mar menatapnya dengan pandangan lekat, seakan menelanjangi tubuhnya. “lepasin rompi sama rok nya” perintah pak mar. sasa pun melepas kan rompi dan rok. “Sekarang lu bukain baju gue”. sasa mendekati pak mar yang berdiri dihadapannya dengan tatapan penuh nafsu, sasa hanya menunduk berusaha menutupi bahwa dia juga menikmati permainan ini “saya buka bajunya ya tuan” sasa meminta izin.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.