Cerita Sex Carpe Diem yang Istimewa – Part 8

Cerita Sex Carpe Diem yang Istimewa – Part 8by on.Cerita Sex Carpe Diem yang Istimewa – Part 8Carpe Diem yang Istimewa – Part 8 —EPISODE 8— 05.15 am Kumulai aktifitas pagi ini dengan menunggui si cantik lisa di ruangan kantornya. Lisa pergi keliling untuk mengecek beberapa pasiennya, sementara aku bekerja juga di kantornya. Kucari-cari adakah kemungkinan dipasang hidden kamera di ruangan ini. Kayaknya tidak, karena aku yakin si rommy gila itu pasti […]

tumblr_nx4xl5hhMG1txridfo9_540 tumblr_nx4xl5hhMG1txridfo10_1280 tumblr_nx80knj3kN1rqjeqso1_540Carpe Diem yang Istimewa – Part 8

—EPISODE 8—

05.15 am
Kumulai aktifitas pagi ini dengan menunggui si cantik lisa di ruangan kantornya. Lisa pergi keliling untuk mengecek beberapa pasiennya, sementara aku bekerja juga di kantornya. Kucari-cari adakah kemungkinan dipasang hidden kamera di ruangan ini.
Kayaknya tidak, karena aku yakin si rommy gila itu pasti kaki tangannya tak lebih dari para preman pasar yang jelas sesuai perawakannya tak bakalan bisa memasuki ruangan yang melewati beberapa tingkat keamanan.

Kubuka komputer di meja lisa, aku browsing internet. Sebelumnya memang lisa sudah memberikan akses penuh ke semua barang barang personalnya.
Sambil menunggu lisa, aku mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempet tertunda beberapa waktu. Aku menelepon beberapa supplier dan beberapa klien dari kantor itu juga. Praktis, sebenarnya yang aku lakukan adalah bekerja. Tidak ada yang terganggu sama sekali.

Karena senyapnya ruangan lisa itu, aku lebih gampang untuk berkonsentrasi mengerjakan tanpa terganggu. Beberapa waktu kemudian, sekitar satu setengah jam, telah aku kerjakan beberapa proposal desain untuk seorang klien, yang biasanya di paradise membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam karena kusambi dengan mengawasi jalannya pekerjaan lapangan.

08.30 am
Sekitar setengah jam aku berhasil terlelap di sofa setelah menyelesaikan pekerjaanku. Aku keluar dari ruangan kantor lisa dan menuju ke sebuah ruangan yang memang dipakai sebagai smoking area.
Kusulut rokokku, tak lupa sambil membawa sekaleng kopi dingin.
Aku bertemu beberapa kolega lisa. Kuperkenalkan diri sebagai tunangan lisa, membuat mereka menjadi cepat akrab. Yah, memang meski cantik, lisa sangat akrab dan baik terhadap siapapun. Sehingga mereka pun gampang menerimaku di lingkungan itu.
Beberapa dokter ikut merokok di ruangan itu, sambil becanda mengenai banyak hal. Terkadang mereka tertawa karena suatu hal yang aku sama sekali tak paham. Tapi mereka kemudian mencoba menjelaskan kepadaku, dan akhirnya kita tertawa bersama.
Penyelidikan kecilku disana mengatakan kalau lisa sama sekali tak punya musuh di kantor. Lagipula, lisa tak pernah berambisi untuk mencari jabatan tertentu di sana.

Hmm…kantor, dicoret dari daftar. Paling tidak separo lebih, bahkan sampai ke OB dan perawat perawat kulihat tak ada yang mempunyai masalah dengan lisa.
Masih ada beberapa daftar lagi yang harus kuperhatikan.

10.00am
Lisa kutinggalkan di kantor, ketika kulihat jadwalnya cukup padat hari itu. Kubawa mobilku menuju ke sebuah mall di kota itu, sebelumnya ada informasi kalau di salah satu kafe mall itulah rommy sering nongkrong.

Keadaan kafe itu masih sepi. Sebuah kafe yang cukup mewah sebenarnya, kayaknya kalo rommy tak punya bapak seorang pejabat, akan agak susah untuk bisa menikmati kafe ini. Kuperhatikan logonya, samar samar kuingat, logo ini mirip dengan logo kafe langgananku di kota asal.
Segera kutelefon ownernya, yang kebetulan aku kenal betul karena sering mengacak acak panggungnya saat jamming dengan temen temen.
ooouww…mas andi sekarang tinggal di sana yaa…bilang saja ke pak rudi, manager saya di sana, kalau mas andi mau ketemu.

Kumasuki ruangan kecil di dekat dapur, kantor pak rudi. Aku cerita soal kedekatanku dengan pak tono si owner yang merangkap general manager di kotaku. Lalu, pak rudi mempersilakanku untuk sewaktu waktu bermain di panggung dia.
Yess…satu tempat lagi sudah kujelajahi. Tinggal tunggu waktu sampai semua jaringan rommy terlacak.

11.00 am
Aku kembali ke paradise untuk mengecek beberapa pekerjaan di sana, termasuk soal stok material yang tadi pagi kupesan. Setelah semua lancar, kupasrahkan lagi kepada pak sarmin dan mandor lapangan, lalu kutinggalkan lagi paradise untuk menjemput lisa.

Aku mengganti mobilku dengan memakai mazda lisa, lalu bergegas kembali ke RS. Dalam perjalanan, kulihat sebuah mobil pickup hitam yang sejak beberapa waktu selalu mengikuti.
Pickup itu sedemikian kotor, sehingga kukira awalnya adalah mobil material dari toko besi.
Tapi anehnya, muatannya kosong, dan setiap kali aku berbelok, dia segera mengejar aku.

Aku melakukan sedikit manuver untuk mengetahui betulkan dia mengikuti aku. Sengaja aku berputar putar di dua blok berbeda sebelum menuju ke arah RS. Dan pickup itu selalu mengejarku, terutama ketika setelah berbelok, aku selalu memelankan kendaraanku. Mobil itu tak pernah mendahului, malah cenderung kikuk ketika seakan akan aku minggir akan berhenti.

Ya, sudah kupastikan, pasti memang mobil itu bertujuan mengikuti kemanapun mazda ini pergi.
Akhirnya kuarahkan mobil itu ke RS.
Pickup itu berhenti kira kira 200 meter dari mobil kecil milik lisa ini parkir.
Aku yakin, siapapun di dalam mobil itu pasti akan kaget, melihat bahwa aku yang mengendarai mobilnya. Nomor polisi sudah kucatat dalam handphone, dan kukirimkan ke supri temanku untuk diselidiki.

Tak sampai sejam, sms dari supri sudah datang. Dikatakan bahwa mobil itu memakai plat palsu, sementara nomor aslinya masih menunggak pajak hampir 7 tahun. Juga dikatakan kalau beberapa kantor pembiayaan konsumen, memang sedang mencari mobil itu.

Lisa sudah duduk di mobil, tujuan berikutnya adalah makan siang.
Lisa terbiasa makan di sebuah restoran jepang dekat kantor, atau beberapa restoran lain yang memang tak jauh dari situ.
Segera kita meluncur ke sana.

12.20 pm
Kita duduk di sebuah kedai makan. Di luar aku lihat mobil yang tadi mengikutiku sudah sampai di sana. Hmmm…benar dugaanku.

Kulihat dengan ekor mataku, dari mobil itu turun dua orang berbadan kerempeng, penuh tato. Kulihat mereka duduk di belakang kursi kami.
Lisa memang sengaja tidak kuberitahu soal itu, supaya dia tidak kawatir.

Kulirik lagi, mereka tampak mengeluarkan hape, dan mengarahkan kamera ke arahku.
Kedai ini masih cukup rame. Sebaiknya aku tidak mencari keributan di sini.

02.00 pm
Aku menunggu lisa yang sedang mengontrol kondisi pasien di sebuah rumah sakit swasta. Kulihat mobil pickup hitam itu masih saja mengikuti. Namun memang dengan sengaja, tiap kali berpapasan, kaca jendela selalu kubuka, dengan alasan merokok. Sejatinya, kuingin supaya si pengikut itu memberikan pesan kepada rommy, bahwa aku selalu ada.

03.10 pm
Mobil kuarahkan ke beach house. Lisa berkata ingin mengambil beberapa pakaian lagi untuk menginap di paradise.
Pak dahlan masih berada di ibukota, hanya ada michele sendiri di rumah.
maam…sapaku melihat michele yang membukakan pintu.
andy, come on in…hows the project?tanya michele
Aku segera duduk dan memberikan laporan tentang pekerjaan kepadanya.
Tak lama, lisa sudah turun lagi, cipika cipiki dengan mamanya, lalu segera mengajak aku pergi.

Tak lama, mobil sudah sampai di paradise lagi. Sekilas kulihat mobil pickup itu berhenti di sebuah warung.
Aku memberi pesan kepada pak sarmin untuk pura pura membeli rokok di warung itu, sekaligus melihat apa yang dilakukan dua orang itu.

Tak lama, pada saat aku sedang memberikan arahan kerja kepada mandor, pak sarmin mendekat.
pak andi, benar pak. Dua orang itu memang mengikuti mobil bapak. Tadi mereka kulihat menelepon lalu ngomong soal alamat paradise.
ya pak, terima kasih lo…
apa perlu saya samperin sekalian, bagaimanapun lisa adalah juragan saya.
jangan pak, ndak ada gunanya. Ntar biar aku saja yang jalan.
Pak sarmin mengangguk, lantas segera kembali ke depan.

Malam itu kulewati dengan menonton film drama di tv, tentu saja bersama lisa.
Kuceritakan mengenai hasil dari investigasiku selama sehari tadi.
Lisa membelalak tak percaya, menurut dia, sebaiknya tadi saya segera mengambil tindakan.
Tapi setelah ku utarakan sebabnya, dia manggut manggut nampak setuju.

Barangkali karena capek atau karena filmnya agak membosankan, aku tertidur di depan tv, masih dengan lisa di pangkuanku. Lisa segera mendorong sofa itu menjadi sofa tidur, dan seakan tak mau pisah, dia memilih untuk ikut tidur di sisiku.

the next day.

pickup itu masih terus membuntuti. kalI ini, lisa yg sdh sadar akan keberadaan penguntit itu, tampak agak tertekan.

kupegang tangannya selama perjalanan ke kantor, “its ok liz…you re safe with me..”
lisa cuma tersenyum, tp masih nampak kegusarannya.

sampai tengah hari, kita beraktifitas dgn hati hati. beberapa kali aku mengurus tagihan ke bank maupun ke supplier, mobil hitam itu masih saja terlihat.

sampai sore, aku memasukI paradise, hpku berbunyi. sms kuterima, berisi janjian ktmu dg supri di sebuah kedaI makan.
lisa kutinggal sendiri, dg pesan utk tdk meninggalkan paradise.
tak sampai setengah jam, aku sudah duduk di meja dgn supri. aku memilih memakai freedku untuk menghindari si penguntit. dan benar, target mereka memang hanya mazda itu.
supri menyerahkan beberapa berkas yg tersusun dalam map yg rapi, dgn pesan utk tdk dibaca di tempat terbuka.
segera aku pamit, lantas kembali ke paradise.

07.30 pm
Kubuka satu persatu isi map itu bersama dengan lisa. Lembar pertama berisi fotokopi kartu keluarga, terdapat nama rommy di sana, kedua orang tua, kakak adiknya. 5 lembar berikutnya masih berupa kartu keluarga, dengan format isi yang kurang lebih sama.

Selanjutnya, lembar buku nikah bapak ibunya yang disahkan oleh KUA kota ini. Beberapa foto pernikahan, dan fotokopi undangan perayaan pernikahan mereka. Aku cuma membatin, kerja supri memang benar benar hebat. Bagaimana caranya bisa mendapatkan fotokopi undangan perayaan nikah yang dilakukan hampir tiga puluh tahun yang lalu. Lalu disambung dengan foto foto rumah rommy, foto keluarga rommy dll.

Bundel berikutnya, masih ada foto foto pernikahan. Namun ada yang aneh, nampak wajah istri sang pria berbeda dengan foto sebelumnya. Kubolak balik bundel itu, paling tidak ada lima wajah wanita berbeda, dengan background lokasi yang berbeda pula. Lembar berikutnya, adalah biodata dari wanita wanita itu. Hmm…ini temuan menarik. Tapi, mempunyai banyak istri tidak lantas membuat bapak ini menjadi kriminal. Aku cuma tersenyum membayangkan, kalau seandainya lisa, nina dan debby tiga tiganya menjadi istriku. Hmmm…

Selanjutnya, ada beberapa bundel akta pendirian beberapa perusahaan dengan nama keluarga rommy, termasuk kakak adik kedua orang tuanya. Tak begitu menarik. Fotokopi beberapa SK pengangkatan ayah rommy waktu menjadi pejabat di lingkungan pemerintahan.
Ada selembar catatan khusus dari supri, yang mengatakan kalau aku menginginkan mencari kelemahan perusahaan perusahaan diatas, dia bisa segera mengerjakan. Termasuk suap yang dilakukan ke pejabat pejabat, lalu aktifitas aktifitas pajak perusahaan sampai catatan rekeningnya.

Bundel berikutnya membuatku lebih terkejut.
Ada puluhan lembar foto. Hampir semua diambil dalam keadaan low-light, beberapa tampak memakai blitz.

Bundel itu dibagi lagi menjadi empat amplop besar.

Kubuka amplop pertama, berisi hampir lima puluhan foto. Kuperiksa satu persatu. Yah…ini jelas wajah rommy, meski tampak lebih gemuk. Di foto itu, tampak rommy sedang berpelukan dengan beberapa wanita yang tampaknya terjadi di sebuah tempat hiburan malam.
Foto berikutnya, aku langsung terbelalak, rommy tampak sedang menyaksikan sebuah pertunjukan live striptis. Selanjutnya, terlihat rommy setengah telanjang di kasur, dengan wanita telanjang pula berdandan menor. Beberapa foto lagi, rommy masih dengan wanita telanjang yang selalu bergantian, tapi kesamaannya adalah si wanita selalu berdandan menor. Beberapa malah rambutnya dicat pirang, sementara badannya gelap. Riasan wajah berwarna biru?
Dari kesimpulanku, hampir tak mungkin kalau semua itu adalah pacar rommy, tebakan paling gampang, mereka adalah perek yang dibayar untuk menemaninya. Di beberapa foto itu, rommy selalu masih memakai celana. Namun si wanita hampir semua telanjang.

Amplop kedua,
Terlihat foto si bapak. Kayaknya bapak rommy yang perutnya membulat ini kelakuannya tak jauh beda dengan anaknya. Foto foto telanjang wanita berdampingan dengan si bapak yang juga telanjang telrihat paling tidak ada 20an lebih. Ada yang aneh, kubuka buka dua amplop itu, tampak ada beberapa wanita yang sama? Get real guys !!

Amplop ketiga,
Di sini terlihat foto foto rommy bersama teman temannya, duo kerempeng penguntitku tampak juga di beberapa foto itu. Tampaknya amplop ini bercerita tentang kenakalan dia. Terlihat di beberapa foto, rommy mabuk, muntah muntah. Tampak juga beberapa foto rommy menggunakan berbagai jenis narkoba.
Sekitar 5 foto terakhir membuatku tertawa terbahak bahak bersama lisa. Foto pertama adalah terlihat rommy bersama salah satu wanita, namun kali ini terlihat rommy telanjang. Yang membuatku tertawa adalah ukuran penis rommy. Aku heran juga bagaimana penis sekecil itu bisa masuk di memek wanita wanita panggilan itu.
Foto kedua, tampak rommy beserta satu teman lelaki sedang menggarap satu wanita. Jelas di foto ini, kalau teman rommy lebih berpenis daripada dia. Hahahaha….
Foto ketiga, lisa sampai membuang muka. Bagaimana tidak, di foto itu terlihat rommy sedang mengulum penis teman lelakinya itu.
Foto keempat dan kelima nampaknya hampir sama, rommy sedang digarap oleh teman prianya. Bahkan di foto kelima, rommy tampak menikmati sekali tusukan si teman pria di pantatnya. Lembar terakhir dari bundel ini adalah sebuah tulisan rangkuman dari supri. Juga sebuah tulisan yang mengatakan kalau terpaksa supri menyortir beberapa foto rommy bersama teman prianya, karena terlalu menjijikkan. Untunglah !!

Amplop ke empat,
Berisi foto keluarga rommy. Ayah, ibu, kakak perempuan, kakak lelaki, rommy dan adik perempuannya. Ada lagi satu bendel foto, beberapa terlihat kakak perempuan sedang telanjang, ada juga yang sedang bercinta dengan beberapa lelaki sekaligus. Lalu yang terakhir, adiknya. Adik rommy masih duduk di bangku kuliah. Cukup cantik sebenarnya, tapi ada yang aneh, dalam rangkuman supri, tercatat kalau jarak lahir antara rommy dan adiknya bernama melly, terpaut sekitar 10 tahun. Ciri ciri fisik melly pun agak berbeda dengan kakak kakaknya.
Dalam catatan supri, ada beberapa kemungkinan yang dikatakannya masuk akal. Pertama, melly bukan lahir dari rahim ibu yang sama. Kedua, melly lahir dari ibu yang sama tapi bukan dari ayah yang sama. Dan kemungkinan yang ketiga, supri mengatakan, menurut desas desus, sebenarnya melly adalah anak dari kakak perempuan rommy. Yang konon hamil pada saat SMP.

Tinggal satu lembar lagi summary bikinan supri, berupa daftar isi semua berkas yang sudah dinomori per item tersebut, dan sebuah catatan untuk segera memberikan konfirmasi, berkas nomor berapa yang ingin diperdalam informasinya.
Keputusanku dengan lisa, foto foto ini sudah cukup untuk memukul telak rommy. Maka kuputuskan untuk segera sms supri, yang isinya cukup hurup ok. Yang artinya, sudah cukup informasi ini.

hmmm…pretty fucked up, right?komentar lisa kemudian.

yep…jawabku. kukembalikan semua berkas itu ke dalam map binder. Lalu kusimpan dengan rapi di brankas yang ada di kamarku.

09.00 pm
Mbak nina dan mas rafi datang. Tampak dari wajahnya keletihan. Yah, mas rafi memang memaksa untuk naik bus umum, tak mau merepotkan katanya ketika kutawari memakai freed ku.
Lisa segera mempersiapkan makan malam yang memang sudah aku beli dari tadi. Satu kelemahan lisa, dia sama sekali tak bisa memasak. Hihi…pernah suatu ketika dia memaksa untuk membuat makan malam, ala eropa memang, mbak nina dan mas rafi sampai rikuh karena merasa makanan masakan lisa aneh, hambar. Padahal, lisa menyantapnya sampai habis.
Kucandai mereka sehingga tak lagi rikuh, kukatakan kalo lisa memang terampil memegang stetoskop dan suntikan, tolong lain kali kalo memasak, stetoskopnya dibawa.
Mbak nina dan mas rafi tertawa terbahak bahak, lisa sedikit merengut. Tapi bukanlah lisa kalau becandaan seperti itu membuatnya sakit hati. Lisa cukup bilang, saya menyerahlah kalo urusan makanan, daripada ntar kelaparan. Akhirnya, malam itu juga, pizza dari kedai pizza 24 jam di kota kutelepon untuk segera kirim satu paket besar.

Sebelum berangkat tidur, mas rafi kuberi tahu mengenai hasil investigasi kami, mulai dari si penguntit sampai laporan supri tadi. Sengaja tanpa mengurangi rasa hormat, foto foto dari supri tak kuberikan ke mas rafi. Karena itu hasil investigasi intelijen negara. Untung mas rafi tak begitu mempersoalkan. Dia malah membahas beberapa strategi untuk menangkap basah rommy. Karena kulihat wajah capek mas rafi, kubilang untuk menunda rapat ini dan besok saja diteruskan.

…cting…..hp ku berdenting tanda email masuk. Ternyata dari supri memakai alamat email palsu, di dalamnya terdapat data data komplit mobil yang dipakai si penguntit. Data ini tak terlalu rahasia katanya, sebab itu dia berani mengirimnya via email.

10.00pm
Meski kita semua capek, tapi terlihat lisa masih berpikir. sudahlah liiizzz….besok masih ada waktuujarku.
Aku mengajak lisa untuk masuk ke kamar saja.
Aku masuk ke selimut, kupeluk lisa dari belakang, lalu kumatikan lampu tidur.
Gelap, senyap. Lisa tampak bergetar badannya. Aku sedikit kaget. Kunyalakan kembali lampu tidur, lizz..? youre crying?
…sshh….ehkk…ehk……lisa mengangguk
youre now safe here with me…bisikku
im not crying because im scared ann…im crying because i am really fortunate to have you here..lisa menarik tanganku lebih kencang ke dalam pelukannya.
ssshhhh…..its ok…..kucium keningnya.
now stop your crying and let go my arm…one more minute, you have to be responsible for what youve done….in my cock…godaku.
Lisa langsung melempar tanganku, lantas mengusap air matanya. Menoleh kebelakang, lisa mengulum bibirku lembut. love you so much ann…
love you tooo….kumatikan kembali lampu tidur.
Kembali kupeluk lisa erat.

Sekitar Tengah Malam. Am/Pm ?

Aku masih tertidur dengan lisa di sampingku. Tiba tiba pintu terbuka, dan seseorang berjalan mendekat.

-to be continued-

Author: 

Related Posts

Comments are closed.